seputar informasi ke BPJS an

Selasa, 14 Juni 2016

Kesehatan gigi dan mulut pada anak itu penting

Menyikat gigi minimal 2 kali dalam sehari




Dalam kesempatan ini ijinkanlah saya untuk menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan perawatan untuk kesehatan mulut baik untuk diri sendiri maupun untuk anak-anak kita. Kepentingan Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut
Perawatan mulut yang baik harus meliputi mulut, gigi, dan gusi, mulut yang sehat meliputi kebersihan, kenyamanan dan kelembabannya. 

 Sehingga di bulan Ramadhan yang penuh berkah nanti, dapat terasa lebih bermakna dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut saat puasa dengan baik, sebagaimana Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam apabila tidak khawatir memberatkan ummatnya, maka beliau akan mewajibkan bersiwak (menggosok gigi) setiap hendak melaksanakan solat. Bahkan ketika mau masuk ke dalam rumah dan akan menemui istrinya beliau selalu bersiwak terlebih dahulu, supaya istrinya tidak mencium bau yang tidak sedap dari mulut Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kesehatan gigi dan mulut pada anak itu penting

Hal ini menunjukkan besarnya perhatian Nabi terhadap masalah kebersihan dan kesegaran bau mulut, hendaknya kita sebagai ummat Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam juga meneladani Sunnah dalam memelihara dan menjaga kebersihan dan kesehatan mulut kita. Mari kita simak tips menjaga kesehatan gigi dan mulut berikut ini.

Perawatan mulut bertujuan mencegah mulut dari penyakit dan kerusakan gigi, ada hubungan yang kuat antara praktek kebersihan diri yang baik dengan kesehatan seseorang, perawatan mulut dan gigi yang tepat dapat memberikan gambaran kesehatan secara keseluruhan. Sebagai contoh terdapat hubungan antara gigi yang sehat dengan kecukupan diet terhadap mineral yang dibutuhkan tubuh seperti kalsium, pospor, dan vitamin D.

Terdapat manfaat estetika dengan memiliki mulut yang bersih dan sehat, diantaranya adalah berkontribusi terhadap penampilan diri, meningkatan interaksi sosial dan manfaat lainnya adalah pada awal proses pencernaan makanan dan kenikmatan menyantap makanan akan meningkat ketika mulut dan gigi dalam kondisi yang baik.


Masalah yang sering terjadi akibat perawatan mulut yang tidak baik diantaranya adalah timbulnya plak kekuningan pada gigi, bau mulut atau nafas yang tidak sedap, sariawan, peradangan pada gusi bahkan dapat menyebabkan keluarnya nanah dari gusi. Pada kesempatan kali ini akan kita bahas beberapa hal yang berkaitan dengan perawatan mulut, agar puasa kita di bulan ramadhan menjadi lebih baik dari sebelumnya yaitu meliputi cara menyikat gigi yang tepat, pasta gigi, menggunakan benang untuk membersihkan sela-sela gigi, dan kebiasaan makanan atau minuman yang dapat mempengaruhi kesehatan mulut.

Mengapa menggosok gigi itu sangat penting? Karena jutaan bakteri hidup pada gigi, gusi, lidah dan sisa makanan yang ada dalam mulut kita, menggosok gigi dengan cara yang benar dapat membersihkan sisa-sisa makanan dan mencegah timbulnya plag pada gigi.
Frekuensi Menyikat Gigi, Berapa lama dan sering?
Cara perawatan mulut yang pertama yaitu dengan menggosok gigi.  Sebaiknya sebelum menggosok gigi anda membersihkan sela-sela gigi dengan menggunakan seutas benang 1 kali sehari, hal ini berfungsi untuk menghilangkan sisa-sisa makanan yang terdapat diantara celah gigi.

Manfaat lainnya adalah agar kandungan flouride yang ada pada pasta gigi dapat berkontak secara langsung dengan permukaan gigi yang sudah dibersihkan dengan benang tadi. Menyikat gigi minimal 2 kali dalam sehari (setelah makan pagi dan sebelum tidur) dan ditambah setiap selesai makan atau mengkonsumsi cemilan yang manis, hal ini karena kandungan gula dalam minuman dan makanan yang kita konsumsi akan diuraikan oleh bakteri menjadi asam yang dapat merusak gigi kita, setengan jam pertama setelah makan kondisi gigi dalam keadaan lemah dan sangat rentan.

Sehingga menyikat gigi sebaiknya dilakukan setengah jam pertama setelah selesai makan dan yang terpenting adalah dilakukan selama 2-3 menit, mayoritas orang menggosok gigi kurang dari 30 atau 45 detik. Jangan menggosok gigi dan gusi terlalu keras karena dapat membahayakan gusi, gosoklah gigi dengan cara yang lembut atau dengan tekanan yang sangat sedikit dan searah dengan gigi. Jangan lupa untuk menyikat gigi bagian belakang dan lidah karena lidah banyak mengandung bakteri yang dapat tumbuh disana. Apabila kita tidak makan cemilan setelah menyikat gigi, maka air ludah kita akan menetralkan asam yang diproduksi oleh bakteri sampai hari tersebut atau sampai kita mengkonsumsi makanan lagi.

Pentingnya Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak
Cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak. Pada anak-anak menggosok gigi merupakan hal yang tidak disukai. Walaupun orang tua sudah dianjurkan untuk menyikat gigi anaknya sejak giginya pertama kali tumbuh dan usia 18 bulan atau ketika anak sudah mampu untuk meludah menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi yang sesuai dengan usia anak, akan tetapi anak baru dapat diajarkan cara menyikat gigi yang benar kalau usianya sudah 6 tahun.

Peran orang tua mengajarkan dan mengawasi anak ketika belajar menyikat gigi, menggunakan trik yang menyenangkan ketika anak sedang menyikat gigi atau belajar melakukannya, misalnya bisa dengan cara mendongeng atau yang lainnya dan mencegah terjadinya keracunan pasta gigi pada anak karena terlalu banyak pasta gigi yang ditelan. Dalam memilih pasta gigi sebaiknya yang mengandung flouride dan digunakan secukupnya (seukuran biji kacang), karena berdasarkan hasil penelitian flouride dapat mencegah plak pada gigi (gigi terlihat kuning/hitam), sedangkan untuk bayi dapat diberikan suplemen flouride drop (tetes) sejak awal (usia 2 minggu) untuk mencegah terjadinya plak ketika nanti giginya sudah tumbuh.

Pemberian suplemen flouride ini tidak membatalkan asi eksklusif, sebagaimana pemberian suplemen zinc pada bayi yang mengalami diare. Tetapi pemberian flouride yang berlebihan dapat menyebabkan perubahan warna pada lapisan gigi, sehingga pemberian suplemen flouride harus sesuai dengan dosis dan cara pemberiannya dengan diteteskan di tenggorokan bagian belakang. Bagaimana dengan penggunaan mouthwash (penyegar mulut, dengan cara berkumur)? Harus hati-hati bagi orang yang mempunyai membran mukosa kering atau mudah mengalami iritasi, karena kandungan alkohol dalam penyegar mulut tersebut dapat menyebabkan membran mukosa menjadi sangat kering yang akan memperparah kondisi orang tersebut.

Maka apabila mau menggunakan penyegar mulut hendaknya memilih yang tidak mengandung alkohol. Kemudian yang terakhir adalah kontrol ke dokter gigi, apabila gigi pertama bayi sudah tumbuh atau usia anak sudah mencapai 12 bulan. Sebaiknya segera memeriksakan ke dokter gigi, supaya dapat dideteksi adanya masalah yang mungkin muncul terkait dengan kesehatan gigi dan gusi anak. 

Kemudian orang tua harus rutin memeriksakan gigi putra-putrinya secara rutin tiap 6 bulan sekali atau sesuai anjuran dokter gigi, hal ini juga berlaku untuk orang dewasa.

Perawatan mulut secara rutin tiap hari dengan baik dan benar dapat memelihara integritas membran mukosa, gigi, gusi dan bibir. Serta dapat menghindarkan dari berbagai masalah yang sering timbul akibat perawatan mulut yang tidak baik. Demikian sedikit hal yang dapat kami sampaikan berkaitan dengan perawatan mulut untuk diri sendiri dan anak kita, semoga dapat bermanfaat bagi dulur-dulur ku semua.

Kesehatan gigi dan mulut pada anak itu penting Rating: 4.5 Diposkan Oleh: aan kurniawan

0 komentar:

Posting Komentar